saya ingin membagikan sedikit pengetahuan saya tentang bagaimana cara membuka usaha.
Untuk membuka Usaha, kita memerlukan hal-hal sbb:
1.Tentukan bidang Usaha
2.Lokasi
3.Target pembeli
4.Promosi
5.Merencanakan atau bahasa kerennnya Planning Keuangan
Pembahasannya gini
* Untuk menentukan bidang usaha yang akan kita geluti, pertama kali adalah “Tentukan bidang Usaha yang sesuai dengan hobi dan minat kita”. Jangan sampai kita terjebak untuk menggeluti bidang usaha yang tidak kita senangi. Bahkan lebih parahnya memaksakan kondisi diri kita ini untuk menyukai hal-hal yang tidak kita senangi. Trus pesan saya “Jangan meniru orang:Jadilah Trensetter“
* Untuk lokasi kita tidak perlu muluk-muluk untuk menetapkan lokasi yang strategis. Dimanapun tempatnya yang penting aman, nyaman, dan mampu untuk kita gunakan sebagai tempat usaha kita. Carilah lokasi dengan biaya Seminimal mungkin untuk usaha awal kita.
* Targetlah pembeli sesuai dengan target market barang / jasa yang kita jual. Jangan sampai anda salah dalam menarget pembeli karena ini berpengaruh nantinya dalam proses kita melakukan promosi. Apalagi dalam dunia internet,Apabila anda salah dalam menarget pembeli dalam berpromosi, maka bisa-bisa anda dituduhSPAM. Oh my God ;-(.
* Lakukan promosi, tetapi ingat!! “Tidak Usah Ngongso(ngotot)”. Atur ritme promosi seluang waktu Anda. Tapi anda harus tetap perlu meluangkan sedikit waktu anda untuk berpromosi, setidaknya Anda harus berpromosi minimal 30 menit per hari.
* Rencanakanlah keuangan anda dengan matang, mulai dari modal awal berapa, target perolehan, target keuntungan, kapan terjadi BEP (Break Even Point/ Balik Modal). Ingat “Rencana Keuangan adalh Faktor Penting & Utama dalam berbisnis / usaha”.
Selanjutnya, setelah kita menemukan Cara atau Jalan untuk membuka Usaha, maka yang harus kita lakukan adalah mengetahui Kunci Sukses Usaha.
Kunci Utama Sukses Usaha : SISTEM
ya benar banget, Anda wajib dan butuh sistem.
Inilah SISTEM sebgai kunci bagi Anda Untuk memulai USaha :
Sediakan Waktu
Intai Keinginan Pasar
Siapkan Segala Sesuatu ( Mencakup Sarana dan prasarana)
Target pembeli dan TerapKan Strategi
Eksploitasi Semua Kemampuan dan Ide yang ada.
Mulailah Berusaha.
Tapi sebelum Anda mulai berusaha, saya akan membocorkan sedikit jalan terang usaha. Mohon dipelajari dengan seksama, kesuksesan anda adalah cita-cita dan harapan saya.
Jalan terang Usaha :
1. Membidik Pasar
2. Pengaturan Keuntungan yang relevan.
3. Media Pembayaran
4. Sistem Pemasaran Produk
5. Pengiriman Produk Barang/ Jasa ke konsumen.
Ilmu saya yang terakhir Untuk Postingan ini,
pERLU uNTUK dIINGAT dAN dIPELAJARI dIPEDOMANI dIAMALKAN
KUNCI SUKSES PENGUSAHA:
1. Berani Mencoba
2. Tidak suka menunda-nunda
3. Pantang Menyerah
4. Rela Meluangkan Waktu
5. Suka Terhadap Usaha yang digeluti
6. Semangat dan Dedikasi Yang tinggi.
Read more "Bagaimana Cara Membuka Usaha Baru..."
Rabu, 06 Januari 2010
Bagaimana Cara Memulai Bisnis
Pertanyaan :
Saya sangat ingin mempunyai usaha. Tetapi saya selalu bingung dari mana harus memulai. Apa langkah-langkah konkrit yang bisa dengan mudah saya lakukan?
Jawaban :
Memulai sesuatu biasanya merupakan pekerjaan yang susah, bahkan ada yang mengatakan syusah… buanget! Apalagi kalau sesuatu itu adalah hal dan pengalaman yang baru bagi kita. Akibatnya, tidak sedikit sebuah ide brilliant akhirnya tidak terlaksana karena tidak segera dimulai dan direalisasi. Pengalaman ini juga dialami oleh hampir semua pengusaha, siapapun. Baik mereka yang saat ini telah sukses, maupun mereka yang gagal. Itulah tahap sunatullah, karena tantangan awal dari calon pebisnis adalah bagaimana memulai bisnis.
Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan melakukan bisnis. Peter F. Drucker, dalam Innovation and Entrepreneurship, mengatakan. “Setiap orang yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dapat belajar menjadi wirausaha dan berperilaku seperti wirausaha”. Rasanya sudah banyak contoh yang bisa kita lihat. Ada Aa Gym dengan MQ-nya, Purdie Chandra dengan Primagamanya, Bob Sadino dengan bisnis ssayur segarnya, dan masih banyak lagi. Bahkan teladan semua umat manusia, Muhammad saw pun adalah seorang pebisnis ulung.
Secara teori, kegiatan bisnis bisa dimulai dengan tahapan-tahapan :
1. Mengidentifikasi peluang
2. Memilih dan menentukan bisnis dan bidang bisnis
3. Membentuk dan membangun badan usaha
4. Mempersiapkan dan merencanakan operasional bisnis
5. Yang terakhir, lakukan !
Itu teorinya. Dalam prakteknya, teori ini harus didukung oleh motivasi dan keinginan yang kuat. Sebagian para pakar dan praktisi bahkan menganggap kalau motivasi menjadi modal yang paling dominan yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis.
Motivasi seperti apa yang dibutuhkan oleh para calon bisnisman ? George Torok dalam “The Yukon Spirit : Nurturing Entrepreneur”, www.torok.com, mengatakan sebagai berikut :
1. Memiliki dorongan niat yang kuat untuk maju (personal drive)
2. Fokus pada apa yang dilakukanya dan arah usahanya (focus)
3. Memiliki kemampuan yang kuat untuk berinovasi (produk, sistem, cara, metode, service, dst)
4. Memiliki sikap mental “Saya bisa” (The I can mental attitude) dalam menghadapi persoalan-persoalan yang kedatangannya seperti tamu tak diundang
5. Memiliki kemandirian dalam mengambil keputusan (berdasarkan pengetahuan, pengalaman, skill, intuisi, dan akal sehatnya)
6. Memiliki kemampuan untuk “tampil beda” atau memunculkan keunggulan-keunggulan (kreatif)
sumber : http://konsultasi.wordpress.com Read more "Bagaimana Cara Memulai Bisnis..."
Saya sangat ingin mempunyai usaha. Tetapi saya selalu bingung dari mana harus memulai. Apa langkah-langkah konkrit yang bisa dengan mudah saya lakukan?
Jawaban :
Memulai sesuatu biasanya merupakan pekerjaan yang susah, bahkan ada yang mengatakan syusah… buanget! Apalagi kalau sesuatu itu adalah hal dan pengalaman yang baru bagi kita. Akibatnya, tidak sedikit sebuah ide brilliant akhirnya tidak terlaksana karena tidak segera dimulai dan direalisasi. Pengalaman ini juga dialami oleh hampir semua pengusaha, siapapun. Baik mereka yang saat ini telah sukses, maupun mereka yang gagal. Itulah tahap sunatullah, karena tantangan awal dari calon pebisnis adalah bagaimana memulai bisnis.
Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan melakukan bisnis. Peter F. Drucker, dalam Innovation and Entrepreneurship, mengatakan. “Setiap orang yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dapat belajar menjadi wirausaha dan berperilaku seperti wirausaha”. Rasanya sudah banyak contoh yang bisa kita lihat. Ada Aa Gym dengan MQ-nya, Purdie Chandra dengan Primagamanya, Bob Sadino dengan bisnis ssayur segarnya, dan masih banyak lagi. Bahkan teladan semua umat manusia, Muhammad saw pun adalah seorang pebisnis ulung.
Secara teori, kegiatan bisnis bisa dimulai dengan tahapan-tahapan :
1. Mengidentifikasi peluang
2. Memilih dan menentukan bisnis dan bidang bisnis
3. Membentuk dan membangun badan usaha
4. Mempersiapkan dan merencanakan operasional bisnis
5. Yang terakhir, lakukan !
Itu teorinya. Dalam prakteknya, teori ini harus didukung oleh motivasi dan keinginan yang kuat. Sebagian para pakar dan praktisi bahkan menganggap kalau motivasi menjadi modal yang paling dominan yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis.
Motivasi seperti apa yang dibutuhkan oleh para calon bisnisman ? George Torok dalam “The Yukon Spirit : Nurturing Entrepreneur”, www.torok.com, mengatakan sebagai berikut :
1. Memiliki dorongan niat yang kuat untuk maju (personal drive)
2. Fokus pada apa yang dilakukanya dan arah usahanya (focus)
3. Memiliki kemampuan yang kuat untuk berinovasi (produk, sistem, cara, metode, service, dst)
4. Memiliki sikap mental “Saya bisa” (The I can mental attitude) dalam menghadapi persoalan-persoalan yang kedatangannya seperti tamu tak diundang
5. Memiliki kemandirian dalam mengambil keputusan (berdasarkan pengetahuan, pengalaman, skill, intuisi, dan akal sehatnya)
6. Memiliki kemampuan untuk “tampil beda” atau memunculkan keunggulan-keunggulan (kreatif)
sumber : http://konsultasi.wordpress.com Read more "Bagaimana Cara Memulai Bisnis..."
Minggu, 18 Oktober 2009
Etika Bisnis Dalam Bidang Jasa Transportasi Darat Dengan Menggunkan Kereta Api
BAB I
PENDAHULUAN
Perlunya etika dalam berbisnis. Pada saat ini, mungkin ada sebagian masyarakat yang belum mengenali apa itu etika dalam berbisnis. Bisa jadi masyarakat beranggapan bahwa berbisnis tidak perlu menggunakan etika, karena urusan etika hanya berlaku di masyarakat yang memiliki kultur budaya yang kuat.
Apakah itu etika? Etika dapat diartikan sebagai pegangan atau orientasi dalam menjalani hidup. Ini berarti tindakan manusia selalu mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapainya. Ada sasaran dan arah dari tindakan atau hidup manusia. Banyak sekali definisi yang berkaitan dengan etika. Tetapi pada intinya adalah, semua norma atau “aturan” umum yang perlu diperhatikan dalam berbisnis merupakan sumber rujukan nilai-nilai yang luhur dan kebajikan. Etika berbeda dengan hukum atau regulasi, di mana hukum dan regulasi jelas aturan main dan sanksinya, atau dengan perkataan lain hukum atau regulasi adalah etika yang sudah diformalkan.
Jadi dengan demikian, etika tersebut memang tidak memiliki sanksi yang jelas, selain barangkali sanksi moral, atau sanksi dari Yang Maha Kuasa. Jadi, jika bersandar kepada definisi hukum, maka melanggar etika belum tentu berarti melanggar hukum. Jika melanggar hukum, sanksinya jelas berupa pidana atau perdata, sementara itu melanggar etika sanksinya tidak jelas, atau hanya sanksi moral semata. Jadi, sering etika tidak begitu diperhatikan.
Dalam prinsip-prinsip etika bisnis terdapat salah satu yang penting yaitu tanggung jawab moral, persoalan pelik yang harus dijawab pada tempat pertama adalah manakah kondisi bagi adanya tanggung jawab moral. Seperti di lingkungan perusahaan ada banyak interaksi antar pribadi maupun institusi yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu kecenderungan untuk terjadinya konflik dan terbukanya penyelewengan sangat mungkin terjadi. Baik dalam tataran manajemen ataupun personal dalam setiap team maupun hubungan perusahaan dengan lingkungan sekitar. Dengan adanya prinsip tersebut dapat dikatakan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan bisnisnya yang mempunyai pengaruh atas orang-orang tertentu, masyarakat, serta lingkungan dimana perusahaan itu beroperasi. Maka, secara negatif itu berarti suatu perusahaan harus menjalankan kegiatan bisnisnya sedemikian rupa sehingga tidak merugikan pihak-pihak tertentu dalam masyarakat.
Setelah mempelajari dan mengetahui apa itu arti dari etika dalam berbisnis, serta prinsip tanggung jawab moral perusahaan dalam menjalankan usahanya. Dengan ini kami sajikan pembahasan contoh kasus etika bisnis perusahaan yang bergerak di bidang jasa, khususnya jasa transportasi darat.
BAB II
ISI
Penumpang Keluhkan Mahalnya Tiket KA menjelang lebaran
SURABAYA--MIOL: Tingginya harga tiket kereta api yang diberlakukan PT Kereta Api Indonesia menjelang arus mudik dikeluhkan pengguna jasa kereta api. Kenaikannya dinilai terlalu sehingga memberatkan pengguna kereta api. Keluhan tingginya tiket kereta api disampaikan sejumlah penupang yang membeli tiket untuk mudik melalui penjualan tiket kereta api di Stasiun Gubeng Surabaya.
Seorang penumpang Rifki kepada Media Indonesia, Minggu (23/9) mengaku terkejut ketika membeli tiket Kereta Api Sancaka Jurusan Yogjakarta yang awalnya Rp50.000 naik menjadi Rp100.000 untuk kelas bisnis.
Kenaikan tersebut tidak jauh beda dengan bus. Namun karena kebutuhan akhirnya membeli tiket kereta api. Naiknya terlalu tinggi untuk ukuran kita yang ekonomi lemah," kata Rifki. Dalam daftar tiket yang dipasang tercatat PT Kereta Api Indonesia menaikkan sebanyak tiga kali kenaikan, yakni tanggal 1 Oktober, 5 Oktober dan 9 Oktober 2007. Kereta Argo Bromo Anggrek dari Rp200 ribu dinaikkan menjadi Rp350 ribu, Kereta Api Sembrani dari Rp170 ribu naik menjadi Rp320.000 untuk satu kali perjalanan.
Selain mengeluhkan kenaikan tiket, para penumpang juga kesulitan mencari tiket untuk H-7 sebelum lebaran, semua tiket sudah terjual habis. Humas PT KAI Daops VIII Surabaya Sudarsono menyatakan kenaikan tarif tiket kereta merupakan keputusan Pusat, di daerah hanya sebatas mengikuti anjuran itu. Jadi, kita hanya sebatas melaksanakan anjuran dari Pusat, wewenang menaikan tiket ada di Pusat bukan di daerah.
NAMA KELOMPOK
1. AGUS IRAWAN (10206036)
2. ANDRI LAMUDDIN (10206090)
3. TRIA JAFFAR (10206986)
Sumber : Media Indonesia Read more "Etika Bisnis Dalam Bidang Jasa Transportasi Darat Dengan Menggunkan Kereta Api..."
PENDAHULUAN
Perlunya etika dalam berbisnis. Pada saat ini, mungkin ada sebagian masyarakat yang belum mengenali apa itu etika dalam berbisnis. Bisa jadi masyarakat beranggapan bahwa berbisnis tidak perlu menggunakan etika, karena urusan etika hanya berlaku di masyarakat yang memiliki kultur budaya yang kuat.
Apakah itu etika? Etika dapat diartikan sebagai pegangan atau orientasi dalam menjalani hidup. Ini berarti tindakan manusia selalu mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapainya. Ada sasaran dan arah dari tindakan atau hidup manusia. Banyak sekali definisi yang berkaitan dengan etika. Tetapi pada intinya adalah, semua norma atau “aturan” umum yang perlu diperhatikan dalam berbisnis merupakan sumber rujukan nilai-nilai yang luhur dan kebajikan. Etika berbeda dengan hukum atau regulasi, di mana hukum dan regulasi jelas aturan main dan sanksinya, atau dengan perkataan lain hukum atau regulasi adalah etika yang sudah diformalkan.
Jadi dengan demikian, etika tersebut memang tidak memiliki sanksi yang jelas, selain barangkali sanksi moral, atau sanksi dari Yang Maha Kuasa. Jadi, jika bersandar kepada definisi hukum, maka melanggar etika belum tentu berarti melanggar hukum. Jika melanggar hukum, sanksinya jelas berupa pidana atau perdata, sementara itu melanggar etika sanksinya tidak jelas, atau hanya sanksi moral semata. Jadi, sering etika tidak begitu diperhatikan.
Dalam prinsip-prinsip etika bisnis terdapat salah satu yang penting yaitu tanggung jawab moral, persoalan pelik yang harus dijawab pada tempat pertama adalah manakah kondisi bagi adanya tanggung jawab moral. Seperti di lingkungan perusahaan ada banyak interaksi antar pribadi maupun institusi yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu kecenderungan untuk terjadinya konflik dan terbukanya penyelewengan sangat mungkin terjadi. Baik dalam tataran manajemen ataupun personal dalam setiap team maupun hubungan perusahaan dengan lingkungan sekitar. Dengan adanya prinsip tersebut dapat dikatakan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan bisnisnya yang mempunyai pengaruh atas orang-orang tertentu, masyarakat, serta lingkungan dimana perusahaan itu beroperasi. Maka, secara negatif itu berarti suatu perusahaan harus menjalankan kegiatan bisnisnya sedemikian rupa sehingga tidak merugikan pihak-pihak tertentu dalam masyarakat.
Setelah mempelajari dan mengetahui apa itu arti dari etika dalam berbisnis, serta prinsip tanggung jawab moral perusahaan dalam menjalankan usahanya. Dengan ini kami sajikan pembahasan contoh kasus etika bisnis perusahaan yang bergerak di bidang jasa, khususnya jasa transportasi darat.
BAB II
ISI
Penumpang Keluhkan Mahalnya Tiket KA menjelang lebaran
SURABAYA--MIOL: Tingginya harga tiket kereta api yang diberlakukan PT Kereta Api Indonesia menjelang arus mudik dikeluhkan pengguna jasa kereta api. Kenaikannya dinilai terlalu sehingga memberatkan pengguna kereta api. Keluhan tingginya tiket kereta api disampaikan sejumlah penupang yang membeli tiket untuk mudik melalui penjualan tiket kereta api di Stasiun Gubeng Surabaya.
Seorang penumpang Rifki kepada Media Indonesia, Minggu (23/9) mengaku terkejut ketika membeli tiket Kereta Api Sancaka Jurusan Yogjakarta yang awalnya Rp50.000 naik menjadi Rp100.000 untuk kelas bisnis.
Kenaikan tersebut tidak jauh beda dengan bus. Namun karena kebutuhan akhirnya membeli tiket kereta api. Naiknya terlalu tinggi untuk ukuran kita yang ekonomi lemah," kata Rifki. Dalam daftar tiket yang dipasang tercatat PT Kereta Api Indonesia menaikkan sebanyak tiga kali kenaikan, yakni tanggal 1 Oktober, 5 Oktober dan 9 Oktober 2007. Kereta Argo Bromo Anggrek dari Rp200 ribu dinaikkan menjadi Rp350 ribu, Kereta Api Sembrani dari Rp170 ribu naik menjadi Rp320.000 untuk satu kali perjalanan.
Selain mengeluhkan kenaikan tiket, para penumpang juga kesulitan mencari tiket untuk H-7 sebelum lebaran, semua tiket sudah terjual habis. Humas PT KAI Daops VIII Surabaya Sudarsono menyatakan kenaikan tarif tiket kereta merupakan keputusan Pusat, di daerah hanya sebatas mengikuti anjuran itu. Jadi, kita hanya sebatas melaksanakan anjuran dari Pusat, wewenang menaikan tiket ada di Pusat bukan di daerah.
NAMA KELOMPOK
1. AGUS IRAWAN (10206036)
2. ANDRI LAMUDDIN (10206090)
3. TRIA JAFFAR (10206986)
Sumber : Media Indonesia Read more "Etika Bisnis Dalam Bidang Jasa Transportasi Darat Dengan Menggunkan Kereta Api..."
Jumat, 16 Oktober 2009
foto jadul
rekomendasi bagi yang suka edit foto
membuat efek jadul pada foto
cukup link ini http://labs.wanokoto.jp/olds
nanti foto kmu jadi jadul....
mantap dehhhh...
jajal aja
nieh contohnya.....jadul abis khan
Read more "foto jadul..."
membuat efek jadul pada foto
cukup link ini http://labs.wanokoto.jp/olds
nanti foto kmu jadi jadul....
mantap dehhhh...
jajal aja
nieh contohnya.....jadul abis khan
Read more "foto jadul..."
Kamis, 15 Oktober 2009
Tips Sukses Mengelola Bisnis Sembako
Bisnis sembako merupakan sebuah usaha alternative yang banyak diminati oleh semua kalangan, mulai dari yang bermodal kecil hingga bermodal besar. Untuk mencapai kesuksesan/minimal bisa menghasilkan pemasukan tetap di butuhkan kreatifitas agar produk anda berbeda dengan yang lain. Berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat diterapkan oleh Anda yang sedang berbisnis sembako atau yang baru akan memulai bisnis sembako.
- Produk sembako adalah produk yang pasti dibutuhkan oleh semua orang. Ini berarti ada kebutuhan atau ada pasarnya. Sehingga Anda tidak perlu khawatir soal ada atau tidak yang membutuhkan sembako. Yang menjadi soal adalah apakah packaging produk sembako yang Anda tawarkan cukup menarik atau tidak. Maksudnya produk tersebut bisa membuat orang tertarik untuk membeli. Produk yang Bapak jual harus ‘berbeda’ kemasan, cara menjual, cara menawarkan.
- Tempat perlu menjadi perhatian yang utama. Untuk produk seperti sembako, biasanya konsumen cenderung mendatangi. Artinya, tempat usaha harus mudah dilihat, mudah dicapai, mudah dicari. Dan ini berarti harus dekat dengan pembeli. Jangan mencari tempat hanya karena murah, namun juga harus karena strategis. Jadi kata arti strategis di atas bermakna mudah dicari, dijangkau, dicapai dan lain-lain.
- Harga jual produk sangat central bagi laku atau tidaknya produk. Harga yang Anda tawarkan sebaiknya mengacu pada duo pendekatan, yaitu pendekatan produksi dan pendekatan pasar. Pendekatan produksi adalah menjual sembako dengan mengambil keuntungan di atas biaya produksi/ operasional. Sementara di sisi lain, Bapak perlu melihat harga pasaran. sebaiknya juallah dengan harga kompetitif. Jika sembako tidak dikemas atau sama dengan yang lain, maka Bapak jual saja dengan harga lebih rendah, meskipun keuntungan lebih kecil. Tetapi kalau ada kemasan menarik, jual saja lebih tinggi sedikit.
- Promosikan sembako Anda dengan cara getok tular. Dan hal ini hanya bisa dilakukan jika Anda selalu menjual dengan kejujuran. Saya selalu mengatakan promosikan dagangan kita dengan kejujuran, sebab hanya inilah yang dapat mendongkrak jualan kita. Jika ada dana, tidak ada salahnya mencetak brosur agar nampak lebih berbobot dan jual dengan sistem rabar atau diskon pada akhir atau awal bulan. Ini akan sangat membantu meningkatkan penjualan.
- Soal people. Kerap kali kita selalu menjual produk bukan menjual jasa. Padahal secara rill yang kita jual tidak hanya barang tapi sejatinya adalah jasa. Mengapa? Sebab produk yang dijual tanpa kehangatan, empati dana pelayanan yang balk, mustahil akan mendatangkan pelanggan. Buatlah agar konsumen atau pelanggan merasa dialah orang yang paling penting di mata kita.
- Jangan menjual produk tidak sesuai dengan janji. Ini akan membuat konsumen kabur. Oleh karena itu, sebaiknya jika kita yakin bisa memenuhi, maka berilah janji beserta buktinya. Jika tidak yakin, hemat saya janganlah membuat janji.
Langganan:
Postingan (Atom)

